
(DCF) Dieng Culture Festival masih tetap di gelar oleh para warga Desa Sumberejo Batur, Kabupaten Banjarnegara,walaupun aktifitas kawah timbal gunung dieng masih di katakan siaga,festival tahunan yang biasa di lakukan warga ini berisi ritual pemotongan rambut gimbal anak-anak dieng selain itu juga akan menampilkan berbagai kesenian tradisional khas Dieng yang bertempat di pelataran cnadi arjuna.
DCF yang telah di gelar pada 1-3 juni itu merupakan salah satu cara untuk membangkitkan kembali pariwisata dieng yang sempat terpuruk akibat dinaikkannya status Dieng dari waspada menjadi siaga. Menurutnya, sejak ditetapkannya status siaga, terjadi penurunan hingga 50 persen pengunjung di kawasan Dieng
Kepala Desa Dieng Kulon, Sriyadi, mengatakan DCF merupakan upaya untuk mengembalikan citra Dieng bagi wisatawan. Ia menyayangkan berbagai pemberitaan media yang kurang akurat sehingga banyak pengunjung yang membatalkan agendanya ke Dieng. “Banyak pengunjung yang mengaku takut, padahal Dieng aman saja,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Suyatno, mengatakan pemerintah akan membantu secara penuh terselenggaranya DCF. “Dieng merupakan aset pariwisata yang cukup berharga bagi Banjarnegara. Jangan sampai gara-gara salah informasi, banyak calon pengunjung yang batal datang ke Dieng,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, mengatakan seluruh Dataran Tinggi Dieng aman untuk dikunjungi. “Kecuali Kawah Timbang, harus steril dalam radius 1 kilometer,” katanya
Categories:
BANJARNEGARA,
WISATA


